Senin, 26 April 2010

Oli Samping Seperti Apa Yang Bagus?

klo soal merk sh apa aja mas, asal standar mutunya jelas, bertanggung jawab, dan minimal ada JASO FC, API TC, dan atau ISO L-EGC cukup bagus melindungi piston dan ringnya, dinding silinder, kruk as, dan bagian yg bergesekan lainnya namun mengakibatkan kerak yang cukup tipis dan asapnya jg lumayan tipis. dan yang terpenting jangan gonta ganti merk oli karena lapisan film dr oli sbelumya belum tentu menerima lapisan film dari merk oli yg baru. hehee

kalau mau yg lebih bagus lg yg standarnya JASO FD, API TD, dan atau ISO L-EGD namun harganya min 70rban. dan sebaiknya cukup yang semi syntethic atau synthetic blend saja, karena yg full synthethic aka 100% synthethic (100rb keatas) akan mengakibatkan ruang bakar kotor pd mesin 2 tak yang standar dan suhu mesinnya lebih adem dibandingkan mesin 2tak berperforma tinggi. namun dengan syarat produsen oli tsb tidak asal dalam pencantuman standar olinya.hehee

saya pernah baca di tabloid otomotif sekitar tahun 2004 atau 2005 bahwa hal diatas pernah diuji di tabloid tersebut. memang sih oli samping full synthethic ibarat kata lapisan filmnya ibarat jala yg rapat dan tahan sobek menutupi permukaan logam yg bergesekan namun sisa pembakarannya akan tebal pd mesin yang tidak berperforma tinggi karena oli tsb akan mulai terbakar (baru akan lho) diatas suhu 270 derajat celcius sedangkan oli semi synthethic aka synthethic blend baru terbakar pd suhu diatas 70 derajat celcius.

nahh kebayang kan kalo vespa kita msh standar tp coba2 pk yg full Synthethic.

selain tu faktor yang gak kalah penting adalah keberadaan additif yg bernama “DILUENT” yg kerjanya sebagai penggabung bensin dan oli agar tercampur sempura tanpa diaduk. yah mirip2 kayak sabun yang mampu menyatukan air dngn minyak. hehee

keberadaan ni zat mudah diketahuinya, caranya isi botol bening dengan bensin secukupnya lalu tuangkan oli samping kedalamnya dengan perbandingan 2-2,5% atau 20-25 ml oli samping tiap liternya. perhatikan dengan seksama proses kelarutan oli sampingnya, jika amat cepat larut tanpa dikocok berarti produk tsb pasti ada diluentnya.

namun pd produk oli racing alias for competition use only (200rb keatas per liternya), rata2 mengandung “Castor Oil (bukan Castrol)” alias minyak jarak seperti merk Castrol A747, shell Racing,Blandzald Gold, dan seabrek oli racing lainnya. oli racing sulit tercampur sempurna dengan bensin sehingga wajib dikocok dan seusai balap sema jeroan baik blok silinder hingga crancaseyang terlumasi oli itu hrs dibersihkan karena castor oil bakal berkerak keras atau lengket bagai gum (seperti permen karet).

namun hal nomor satu yg wajib diingat adalah semua uang yang kita belanjakan akan melayang sia-sia jika ternyata oli yg kita beli ternyata palsu.dan bahaya kerusakan mesin akan mengintai. heheee

smoga bs membantu.

Tips Merawat Kendaraan Vespa


vespa-service

Merawat Busi

Vespa identik dengan Busi. Hal ini disebabkan Vespa adalah kendaraan roda dua yang paling sering ganti busi. Tapi apakah Vespa kita bisa dibikin tidak gonta ganti Busi ? Jawabannya bisa.

Busi yang berumur panjang (tdk gonta-ganti) tidak sulit. syaratnya adalah perawatan yang telaten dari pemakai kendaraan. Dalam bahasa montir bengkel “TIDAK ADA BUSI MATI”. Apakah benar kata-kata itu ? Dibawah ini pengalaman penelitian kecil telah membuktikan, bahwa busi motor vespa tdk perlu gonta ganti, alias berumur panjang.

Busi terdiri atas dua titik dari arus positif (+) dan arus negatif (-). Kedua titik tersebut jika dihubungkan dengan pengaturan dari platina / CDI akan menghasilkan / memercikan api. Api inilah yang akan membakar Bensin yang telah dikabutkan oleh karburator. diantara kedua titik tersebut (ditengah) akan dilapisi oleh isolator.

Busi suka dikatakan MATI dan harus diganti jika lapisan isolator tersebut ditutupi oleh kerak/jelaga hasil pembakaran di ruang Blok mesin. Kenapa ada kerak ? jawabannya adalah pada kualitas bahan bakar dan oli pelumasan yang terdapat di Vespa. ingat Vespa itu kendaraan 2 tak, jadi bensin yang dibakarnya mengandung banyak oli.

Bahan Bakar (bensin) dengan kualitas (oktan) rendah akan menyisakan banyak jelaga pada komponen-komponen pembakaran. Jika memungkinkan sebaiknya kendaraan bermotor memakai bensin oktan tinggi semisal Pertamax keluaran Pertamina atau Shell super. Demikian juga dengan oli samping, akan banyak meningggalkan kerak / jelaga jika oli samping dengan kualitas (bahan aditif) yang rendah. Dan mengingat di pasaran banyak beredar banyak merk oli samping, kepada para pemilik kendaraan scooter memiliki pemahaman bagaimana memilih oli yang baik. Jangan lupa banyak juga oli samping palsu yang beredar.

Untuk mengatasi bertumbuknya jelaga / kerak di busi (isolator) tadi bisa dilakukan dengan membersihkannya secara rutin. Bukalah busi dari cilinder cop. Bersihkan memakai kuas dengan kerosin / solar / bensin. atau bisa juga bersihkan dengan memakai sikat besi.

Kuas dan sikat tersebut hanya mampu membersihkan isolator yang kelihatan, bagaimana utk bagian dalam yang tidak kelihatan ?. Pergunakanlah 3 – 5 helai kawat baja dari tali kopling yang sudah tidak dipakai. Isi lubang isolator dengan bensin, korek terus bagian isolator busi yang telah ada keraknya, setelah dilihat kotor, tuang, lalu isi kembali dan korek beberapa kali. Jangan lupa lubang bagian isolator tsb harus dalam kondisi terendam oleh kerosin/bensin/solar, supaya kerak hasil korekan kawat bisa dikeluarkan.

Setelah bersih betul pasang kembali busi di dudukannya dlm cilinder cop. Ingat ketika busi dibersihkan HARUS dalam kondisi setelah dingin. Jangan sekali-kali mencuci busi ketika dalam kondisi panas (baru dicopot dari cilinder cop yg panas), karena itulah penyebab umur busi pendek.

Ingat cara manual diatas harus dengan kesabaran.

Cara manual ini Ada juga yang lebih cepat dalam membersihkan jelaga / kerak di lubang isolator busi. Cara cepat ini tentu saja mengandung resiko yang cukup besar, yakni dengan memakai air accu (air zuur) dan juga air raksa. Caranya dilakukan beberapa langkah seperti berikut :

  1. Tuangkan beberapa tetes air accu zuur kedalam lubang isolator busi, biarkan beberapa detik, kemudian tuang
  2. Setelah diras cukup membuang kerak, lakukan pencucian dengan mempergunakan sikat (Kuas) dan air sabun rinso.

Model dengan cara ini hanya beberapa detik langsung membersihkan kerak. Tapi sekali lagi jangan terlalu lama, sebab kalau lama, lapisan besi/logam yang tidak memiliki lapisan isolator akan tergerus oleh air zuur. jika lapisan tergerus maka busi akan menajdi terlalu tipis.

Resiko akibat memakai air zuur / air raksa juga ada, yakni jika uapnya terhirup hidung kita akan berbahaya. Hm ….. resiko cukup berat. Logam berat akan memasuki rongga pernafasan kita. Cara mengatasi supaya tidak terhirup adalah dengan memakai penutup hidung.

Sekedar anda tahu, jika ada orang yang menjual busi dengan tanpa baju, masih bersih, tapi harga miring, harap hati-hati, biasanya hasil praktek model begini. Hasilnya memang menakjubkan. Setelah kerak dibuang, lalu digosok dengan sikat dan rinso, maka dijamin kotoran dan lemak oli akan terbuang, Busi-pun jadi kinclong seperti keluar dari pabrik.

Selain dengan manual diatas ada cara lain utk membersihkan kerak yakni dengan memakai carburator cleaner. Tetapi jika dengan carb cleaner biasanya ada pengaruh terhadap busi, sebab ketika cairan carb cleaner di semprotkan, suhu busi menjadi terlalu dingin.

Jika busi dibersihkan secara rutin (3, 4, atau 5 hari sekali) , dan jangan menunggu hingga vespa mogok, dijamin busi tdk akan pernah mati.

Hal-hal yang menyebabkan busi mati

  1. Listrik yang dihasilkan spul terlalu kecil
  2. Coil terlalu lemah
  3. Platina / CDI lemah
  4. Rendahnya kualitas Bensin
  5. Rendahnya kualitas Oli samping

Jadi biar kita bersihkan terus jika ada gangguan 1 dari kelima hal diatas, biasanya mempercepat rusaknya busi. Karena itu tetap kontrol kondisi kelimanya, atau kalau bingung periksa secara rutin oleh bengkel/montir.

JANGAN PERNAH MEMBUANG BUSI

Minggu, 25 April 2010

Sejarah Vespa Di Indonesia


Sebenarnya penulis sendiri tidak tahu persis kapan pertama kali masuk ke Indonesia. Mencoba mencari referensi ke beberapa narasumber pun tidak membuahkan hasil yang konkret. Masing-masing narasumber mempunyai keterangan yang berbeda-beda, akan tetapi mereka mempunyai persamaan persepsi, bahwa “Demam ” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “ Congo”. diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.


Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Congo berkeliaran di jalanan, mulailah menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan di tanah air.


Sampai saat ini sudah puluhan varian yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Bahkan teman saya dari Philipina menyebut bahwa Indonesia adalah surganya . Sampai saat ini mungkin masih bisa disebut sebagai surganya . Maraknya ekspor , sedikit banyak mengurangi populasi di Indonesia.

Sejarah Vespa


didirikan pada tahun 1884 di Italia oleh Rinaldo . Pada awalnya adalah pabrikan yang memproduksi peralatan kapal, rel kereta dan gerbong kereta api. Pada saat Perang Dunia Pertama berkecamuk, memproduksi pesawat terbang.


Pada akhir Perang Dunia II, pabrik di bom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico mengambil alih dari ayahnya (Rinaldo ). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah

Dibantu oleh ahli pesawat terbang Corradino D’Ascanio, Enrico menciptakan sebuah design alat transportasi roda dua dengan inspirasi dan teknologi dari pesawat terbang. Konstruksi suspensi monoshock untuk memudahkan mengganti ban diadaptasi dari roda pesawat terbang, bahkan produk pertamanya benar-benar menggunakan roda depan pesawat terbang. Starter dibuat dari bagian komponen bom, serta bodinya terbuat dari alumunium seperti bodi pesawat terbang.

Menurut berbagai sumber, di produksi pertama kali pada tahun 1945. Kata ”” berasal dari kata ”Wesp” yang berarti ”binatang penyengat atau lebah”. Memang konstruksi jika dilihat dari atas terlihat seperti lebah.

Dalam perkembangannya, tidak hanya di pasarkan di Italia, tetapi juga laris di Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, Brasil serta India. Karena minat konsumen yang begitu besar, juga di prosuksi di Jerman dan Inggris.

Selain , pada masa itu juga lahir berbagai merek kendaraan roda dua jenis ini, seperti Lambreta, Zundap, Heinkel, NSU, Hummel. Akan tetapi yang hingga saat ini eksis di Indonesia adalah dan disusul oleh Lambretta

Free Blog Templates

Blog Tricks

Friends Link

Vespa Service

Vespa Service

Recent Post

Subscribe